Tampilkan postingan dengan label AKHLAK. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label AKHLAK. Tampilkan semua postingan

Rabu, 21 September 2016

Optimis dan Ikhtiar

  •  Optimis


     Apa yang dimaksud optimis?
      Optimis adalah sifat orang yang memiliki harapan positif dalam menghadapi segala hal atau persoalan. Kebalikan dari optimis adalah pesimis. Orang yang bersifat pesimis selalu berpandangan negatif. Contoh dari sifat optimis adalah:
a.          Ani dan Rani mengikuti lomba menggambar ditingkat kabupaten. Ani yakin dalam lomba ini akan meraih hasil yang terbaik.
b.          Di dalam satu kelas 9 terdapat 32 siswa. Suatu hari guru mengadakan ulangan Bahasa Indonesia. Sebanyak 29 siswa mengerjakan soal ulangan dengan penuh keyakinan, namun 3 anak mengerjakan dengan rasa takut jika gagal dalam ulangan.

      Sifat optimis termasuk perilaku terpuji yang harus dimiliki setiap muslim. Nabi Muhammad saw. memberikan teladan kepada kita agar selalu memiliki sifat optimis.
Salah satu ciri orang yang optimis adalah ia memiliki harapan baik pada saat sebelum melakukan suatu pekerjaan. Melakukannya dengan dengan sepenuh hati dan perasaan senang. Orang optimis selalu bersyukur atas keberhasilannya. Ciri lain dari orang optimis adalah melihat segala sesuatu sebagai sebuah kesempatan, peluang, dan kemungkinan. Sebaliknya, orang yang pesimis melihat segala sesuatu dengan kegagalan dan ketidakmungkinan.

Si Optimis Dan Si Pesimis Di suatu desa, hiduplah dua orang petani bersaudara. Sang Kakak bersifat pesimis dan sang adik bersifat Optimis. Suatu hari saat berjalan menuju sawah, mereka berbincang - bincang tentang tanaman mereka, Optimis : Hari yang cerah, tanaman kita akan tumbuh subur Pesimis : Aku takut hari ini panas dan akan membuat daun tanaman kita menjadi layu Optimis : Bukankah ini musim hujan ? Pesimis : Ya, dan aku takut akan turun hujan lebat, dan membanjiri tanaman kita. Optimis : Percaya saja, Tuhan akan memberikan kita yang terbaik Pesimis : Ya, tapi aku takut kalau Tuhan memberikan kita cobaan yang buruk Keesokan harinya, Si Optimis membeli anjing pemburu yang akan digunakannya untuk berburu hewan di hutan. Si optimis memberitahukannya pada si pesimis Optimis : Lihatlah anjing yang baru kubeli ini. Bagaimana menurutmu? Pesimis : Biasa saja, aku takut dia akan mencuri makanan kita Optimis : Tidak akan. Ini anjing yang hebat kalu dibawa untuk berburu Pesimis : Aku ragu Optimis : Kalau tidak percaya, ayo kita buktikan Mereka pergi ke telaga dan melihat angsa sedang bermain di telaga itu. Kemudian Si Optimis menembak angsa, dan memerintahkan anjingnya untuk mengambil angsa itu. Ajaibnya, anjing itu bisa berjalan diatas air dan mengambil angsa. Optimis : Bagaimana? Hebatkan anjingku? bisa berjalan di atas air Pesimis : Biasa saja, Bahkan dia tidak mampu berenang. Pesan Moral : Jangan selalu melihat pada kelemahan sesuatu, tetapi lihatlah kelebihan yang dihasilkan untuk kita

Today Deal $50 Off : https://goo.gl/efW8Ef
Si Optimis Dan Si Pesimis Di suatu desa, hiduplah dua orang petani bersaudara. Sang Kakak bersifat pesimis dan sang adik bersifat Optimis. Suatu hari saat berjalan menuju sawah, mereka berbincang - bincang tentang tanaman mereka, Optimis : Hari yang cerah, tanaman kita akan tumbuh subur Pesimis : Aku takut hari ini panas dan akan membuat daun tanaman kita menjadi layu Optimis : Bukankah ini musim hujan ? Pesimis : Ya, dan aku takut akan turun hujan lebat, dan membanjiri tanaman kita. Optimis : Percaya saja, Tuhan akan memberikan kita yang terbaik Pesimis : Ya, tapi aku takut kalau Tuhan memberikan kita cobaan yang buruk Keesokan harinya, Si Optimis membeli anjing pemburu yang akan digunakannya untuk berburu hewan di hutan. Si optimis memberitahukannya pada si pesimis Optimis : Lihatlah anjing yang baru kubeli ini. Bagaimana menurutmu? Pesimis : Biasa saja, aku takut dia akan mencuri makanan kita Optimis : Tidak akan. Ini anjing yang hebat kalu dibawa untuk berburu Pesimis : Aku ragu Optimis : Kalau tidak percaya, ayo kita buktikan Mereka pergi ke telaga dan melihat angsa sedang bermain di telaga itu. Kemudian Si Optimis menembak angsa, dan memerintahkan anjingnya untuk mengambil angsa itu. Ajaibnya, anjing itu bisa berjalan diatas air dan mengambil angsa. Optimis : Bagaimana? Hebatkan anjingku? bisa berjalan di atas air Pesimis : Biasa saja, Bahkan dia tidak mampu berenang. Pesan Moral : Jangan selalu melihat pada kelemahan sesuatu, tetapi lihatlah kelebihan yang dihasilkan untuk kita

Today Deal $50 Off : https://goo.gl/efW8Ef
Si Optimis Dan Si Pesimis Di suatu desa, hiduplah dua orang petani bersaudara. Sang Kakak bersifat pesimis dan sang adik bersifat Optimis. Suatu hari saat berjalan menuju sawah, mereka berbincang - bincang tentang tanaman mereka, Optimis : Hari yang cerah, tanaman kita akan tumbuh subur Pesimis : Aku takut hari ini panas dan akan membuat daun tanaman kita menjadi layu Optimis : Bukankah ini musim hujan ? Pesimis : Ya, dan aku takut akan turun hujan lebat, dan membanjiri tanaman kita. Optimis : Percaya saja, Tuhan akan memberikan kita yang terbaik Pesimis : Ya, tapi aku takut kalau Tuhan memberikan kita cobaan yang buruk Keesokan harinya, Si Optimis membeli anjing pemburu yang akan digunakannya untuk berburu hewan di hutan. Si optimis memberitahukannya pada si pesimis Optimis : Lihatlah anjing yang baru kubeli ini. Bagaimana menurutmu? Pesimis : Biasa saja, aku takut dia akan mencuri makanan kita Optimis : Tidak akan. Ini anjing yang hebat kalu dibawa untuk berburu Pesimis : Aku ragu Optimis : Kalau tidak percaya, ayo kita buktikan Mereka pergi ke telaga dan melihat angsa sedang bermain di telaga itu. Kemudian Si Optimis menembak angsa, dan memerintahkan anjingnya untuk mengambil angsa itu. Ajaibnya, anjing itu bisa berjalan diatas air dan mengambil angsa. Optimis : Bagaimana? Hebatkan anjingku? bisa berjalan di atas air Pesimis : Biasa saja, Bahkan dia tidak mampu berenang. Pesan Moral : Jangan selalu melihat pada kelemahan sesuatu, tetapi lihatlah kelebihan yang dihasilkan untuk kita

Today Deal $50 Off : https://goo.gl/efW8Ef
  •     Ikhtiar


Ikhtiar adalah berusaha bersungguh-sungguh untuk mencapai sesuatu yang diinginkan, dan diharapkan. Setiap orang yang menginginkan sesuatu,maka ia harus berusaha untuk mencapai yang diinginkan.
Contoh dari ikhtiar adalah :
Orang yang ingin melihat lingkungan rumah selalu bersih,maka harus menyapu,dan membersihkannya setiap hari
a.       Orang yang ingin menjadi juara maka harus belajar dengan rajin
b.       Orang yang ingin selalu sehat maka harus menjaga diri dan olahraga.

Orang yang memiliki keinginan tetapi tidak mau berusaha maka ia tidak akan berhasil mencapai sesuatu yang diinginkannya. Setelah berusaha,usaha tersebut dilanjutkan dengan berdo’a kepada Allah Swt.

Sabtu, 27 Agustus 2016

Jujur, Santun, dan Malu

  • Jujur

      Seseorang bisa dikatakan jujur apabila berkata apa adanya dan sesuai kenyataan. Kejujuran diperlukan dalam kehidupan. Karena jika kita membiasakan diri hidup jujur maka kehidupan kita akan bahagia, harmonis, dan tentram.
      Jika kita terbiasa melakukan kecurangan dan kebohongan maka kehidupan manusia akan terasa rumit, sulit, dan permasalahan menjadi tak berujung.
      Kita harus membiasakan diri dengan sikap jujur dan menjauhi kebohongan. Bagaimana cara menanamkan kejujuran dalam diri? Caranya adalah dengan melatih diri terus menerus berkata sesuai kenyataan. Sikap terpuji tidak muncul dengan sendirinya, akan tetapi perlu pembiasaan.
      Sudahkah kalian membiasakan diri bersikap jujur? Anak muda adalah calon pemimpin yang berakhlak mulia. Bangsa kita membutuhkan pemimpin yang berakhlak mulia, adil, dan jujur. Setiap janji harus ditepati karena janji adalah hutang.





 Contoh Kisah Perbuatan Jujur 


                                                          
                                                    
                                           "KEJUJURAN SAUDAGAR PERHIASAN"
Image result for kisah saudagar perhiasan
sumber:https://islamindonesia.id/wp-content/uploads/2016/03/kisah-sebuah-amanah.jpg


     Suatu hari, di zaman tabiin, seorang saudagar perhiasan bernama Yunus bin Ubaid meminta tolong kepada saudaranya untuk menjaga toko, karena ia hendak ke masjid menunaikan salat berjamaah. Tidak berapa lama setelah Yunus berangkat ke masjid, datanglah seorang badui hendak membeli perhiasan. Setelah melihat-lihat perhiasan yang ada, badui itu menjatuhkan pilihan pada sebuah permata, yang kemudian dibayarnya seharga 400 dirham. Setelah membayar dan menerima permata tersebut, si badui meninggalkan toko perhiasan.
       Di tengah jalan, ia berpapasan dengan Yunus bin Ubaid yang baru saja pulang dari masjid. Yunus melihat di tangan badu itu ada permata yang sangat dikenalnya, karena ia memang barang dagangan di toko miliknya. Yunus kemudian menghampiri badui itu dan bertanya kepadanya, "Wahai saudara, berapa harga permata ini engkau beli?"
"400 dirham" jawab badui itu singkat."Saudara, harga permata ini sebenarnya hanya 200 dirham. Mari kita kembali ke toko kami agar engkau mendapatkan uang kembalian yang menjadi hakmu. Aku adalah pemilik toko perhiasan tempat engkau membeli permata ini."
"Tidak perlu, Tuan. Aku sudah merasa senang dengan harga 400 dirham itu. Sebab, di tempatku harga permata seperti ini paling murah adalah 500 dirham."
      Tetapi Yunus bin Ubaid tetap mendesaknya agar bersedia kembali ke tokonya. Di sana, kemudian Yunus mengembalikan uang 200 dirham kepada badui itu. Setelah si badui meninggalkan tokonya, Yunus lalu berkata kepada saudaranya, "Wahai saudaraku, apakah engkau tidak malu dan takut kepada Allah atas apa yang telah engkau lakukan terhadap badui tadi. Engkau telah menjual barang seharga dua kali lipat dari harga yang semestinya?"
      Dengan kepala tertunduk, saudaranya itu mencoba membela diri, "Tapi, ia sendiri yang mau membeli dengan harga 400 dirham."
Yunus bin Ubaid berkata lagi, "Ya, namun tidakkah engkau tahu bahwa di pundak kita terpikul satu amanah untuk memperlakukan saudara kita seperti memperlakukan diri kita sendiri?"
     Seandainya dunia ini terdiri atas orang-orang seperti Yunus bin Ubaid, tentulah umat ini akan tenteram dalam hidup mereka.

Sumber: http://arleg.heck.in/1001-kisah-teladan-kejujuran-seorang-sau.xhtml

Manfaat Bersikap Jujur :

  1. Jujur akan melahirkan ketenangan
  2. Orang jujur akan dicintai oleh manusia
  3. Jujur akan mendatangkan keberkahan dari Allah

  • Santun 

       Santun adalah berkata lemah lembut serta bertingkah laku halus dan baik. Kesantunan seseorang dapat dilihat dari ucapan dan perilakunya. Dari sini dapat disimpulkan bahwa santun mencakup dua hal,yakni santun dalam ucapan dan santun dalam perbuatan. Jika kita menunjukkan sikap sopan santun, maka kita akan dihargai dan dihormati orang lain.
        Pergaulan sesama pelajar di sekolah akan harmonis dan indah jika dihiasi dengan santun. Contohnya menyapa teman dengan ucapan “assalamu’alaikum”, menghormati kakak kelas, menyayangi adik kelas, mematuhi tata tertib, menghormati bapak/ibu guru dan staf tata usaha ,bertutur kata lemah lembut kepada siapa saja, serta menjaga perasaan warga sekolah.

"Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari Bani Israil (yaitu): Janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuat kebaikanlah kepada ibu bapa, kaum kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin, serta ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia, dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat. Kemudian kamu tidak memenuhi janji itu, kecuali sebahagian kecil daripada kamu, dan kamu selalu berpaling."
Seorang anak wajib menghormati dan menyayangi kedua orang tua. Bentuk hormat dan sayang kita kepada orangtua, diantaranya dengan bertutur kata santun kepada keduanya. Terlebih seorang ibu, sungguh jasanya tak ternilai. Mulai dari mengandung, melahirkan, merawat dan membesarkan anak-anaknya dengan penuh kasih sayang.
Jika kalian memiliki pembantu di rumah, ia juga harus diperlakukan dengan santun.
Manfaat dari sikap santun adalah
a        a. Mudah diterima oleh orang lain
b        b. Menunjang kesuksesan
          c. Dicintai oleh Allah Swt. dan Rasul-Nya.
      
        Contoh Kisah Perbuatan Santun
                                  
sumber: https://pioner2b.files.wordpress.com/2009/08/pohon.jpg
                                                                                                                     Sopan Santun
            Mantan Ibu Guru yang kelelahan itu beringsut-ingsut menuju ke antrian di Kmart. Kaki kirnya terasa sakit dan ia berharap ia telah meminum semua pilnya untuk hari itu: yang satu untuk tekanan darah tinggi, yang lain untuk pusing-pusing, dan yang lainnya untuk penyakit lain lagi.Syukurlah aku telah pensiun bertahun-tahun lampau, katanya kepada diri sendiri. Masih kuatkah aku bila harus mengajar anak-anak zaman sekarang?
             Begitu tiba pada antrian, ia melihat seorang pria muda dengan empat orang anak dan seorang istri atau pacar yang sedang hamil tiba tepat bersamaan dengannya. Mantan guru itu tidak bisa melepaskan pandangannya dari tato pada leher sang pria muda. Pastilah ia pernah dipenjara, pikirnya. Ia terus memperhatikan penampilan lelaki itu. T-shirt putihnya, rambut yang dicukur pendek, dan celana baggy yang dikenakannya membuat wanita itu sampai pada kesimpulan, Ia pasti anggota gang.
               Sang mantan guru mencoba membiarkan pria muda itu mengambil tempat di depan.
              “Silakan Anda lebih dulu,” Kata wanita itu.
               “Tidak, Anda yang lebih dahulu.” Balas lelaki itu.
               “Tidak, Anda tidak sendirian,” sahut sang mantan guru.
               “Kami harus hormat kepada yang lebih tua,” tegas lelaki itu. Dan bersamaan dengan itu, dengan gerak tangannya ia menyilakan sang wanita mengambil tempat di depan.
                Seulas senyum tergurat pada bibirnya ketika sang mantan guru lewat di depan lelaki itu. Tetapi sebagai orang berjiwa guru, ia tidak dapat melewatkan kejadian istimewa ini sehingga ia berpaling ke belakang dan bertanya, “Anda sopan sekali, siapa yang mengajarkannya kepada Anda?”
“Tentu saja Anda, Ibu Simpson, waktu saya masih kelas tiga.”
sumber : https://pioner2b.wordpress.com/2011/05/04/kisah-sopan-santun/
             


  •         Malu
         Malu adalah menahan diri dari perbuatan jelek, kotor, tercela, dan hina. Rasa malu merupakan bagian dari iman karena dapat mendorong seseorang untuk melakukan kebaikan dan mencegahnya dari kemaksiatan.
         Ketahuilah, bahwa malu bukan berarti tidak percaya diri,minder, atau merasa rendah diri. Misalnya, seseorang malu berjilbab karena takut diejek temannya. Terhadap hal-hal baik kita tidak boleh merasa malu. Rasa malu harus dilandasi karena Allah Swt. bukan karena selain-Nya.

Beberapa manfaat dari sifat malu yaitu:
a. mencegah dari perbuatan tercela
b. mendorong berbuat kebaikan
c. mengantarkan seseorang menuju jalan yang diridai Allah.